uang modal

Terlalu banyak calon penulis potensial yang memiliki keahlian yang cukup untuk menerbitkan sebuah buku serta memuaskan target pembacanya. Namun, kebanyakan dari mereka takut.

Takut? Takut karena membutuhkan modal. Modal rupiah.
Sama seperti bisnis atau menjalankan sebuah usaha, segala sesuatu memang membutuhkan modal di awal. Namun, modal uang tak begitu perlu dipikirkan secara berlebihan.

Kenapa?

Ini alasannya.

#1 Menulis itu soal Pengalaman, Bukan soal Putar Balik Modal

Menulis, tanpa pengalaman menulis, akan sangat sulit dilakukan.
Menulis mungkin tampak sangat mudah dan begitu sederhana. Kita tinggal duduk manis, menyalakan komputer, dan mulai mengetik. Tapi, apakah sesederhana itu?

Tentu tidak.

Menulis membutuhkan keahlian berpikir, dan berpikir akan hal yang sangat melelahkan. Melelahkan bagi hampir semua orang. Apalagi tanpa pengalaman, bahkan ketika kamu punya modal untuk menerbitkan, menulis satu buku saja sudah sangat melelahkan.

Modal besar akan sangat sia-sia apabila kamu pada akhirnya kamu tak bisa menulis, karena kamu tak punya pengalaman menulis. Jadi, lebih baik kumpulkan bukti-bukti nyata bahwa kamu hebat dan semakin hebat dalam menulis. Caranya? Teruslah berlatih menulis, dan terbitkan agar dibaca oleh banyak orang!

#2 Menulis itu Soal Pembaca/Audiens

Kamu tentu ingin menulis apa yang ingin kamu tulis. Tapi bagaimana jika hal tersebut tak mengembangkanmu menjadi penulis yang lebih baik?

Solusinya: tulislah apa yang (sebagian) orang lain ingin membaca.

Sayangnya, menulis sesuatu untuk dibaca oleh (banyak) orang lain belum tentu langsung mendapat tanggapan positif dari mereka. Kebanyakan mereka akan men-scroll dan meng-ignore tulisanmu.

Solusinya? Kumpulkan audiens. Target audiens/pembaca.

Sayangnya, mengumpulkan target pembaca dan memiliki fans sendiri membutuhkan proses, waktu dan tenaga yang cukup banyak. Mungkin bisa berbulan-bulan. Atau bertahun-tahun.

Makanya, memikirkan modal terlebih dahulu itu terlalu berlebihan. Pikirkanlah audiens-mu dulu, modal bisa sambil menabung. Lalu bagaimana mengumpulkan audiens menjadi follower-mu? Jawaban yang sama lagi: rajinlah menulis. Terus menulis.

#3 Tetaplah Kumpulkan Modal untuk Menerbitkan Buku, Namun Jangan Dipikirkan secara Berlebihan

Jangan hanya karena modal tak perlu dipikirkan secara berlebihan, kamu langsung menurunkan ekspetasi tinggimu untuk menerbitkan buku yang best-seller.

Tetaplah kumpulkan modal. Namun pindahkan fokusmu dari modal menuju kualitas tulisan. Modal bisa datang tiba-tiba, namun kualitas tulisan? Kualitas ditentukan oleh dirimu sendiri, dan itu bergantung pada pengalaman.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Cart

No products in the cart.